Perbedaan EIS dan OIS

kendalreload@gmail.com

Oktober 26, 2022

Perbedaan EIS dan OIS

Dalam dunia fotografi dan videografi, stabilisasi gambar merupakan salah satu fitur penting yang menentukan seberapa halus hasil bidikanmu, terutama ketika merekam tanpa tripod atau dalam kondisi bergerak. Nah, di sinilah dua teknologi utama bekerja: EIS (Electronic Image Stabilization) dan OIS (Optical Image Stabilization).

Sekilas, keduanya terdengar mirip karena sama-sama berfungsi mengurangi guncangan saat mengambil gambar atau video. Namun, cara kerja dan hasil akhirnya sangat berbeda. OIS bekerja secara mekanis dengan menstabilkan lensa atau sensor secara fisik, sedangkan EIS menggunakan pemrosesan digital untuk menyeimbangkan gerakan setelah gambar direkam.

Mengetahui perbedaan keduanya penting sebelum membeli kamera atau smartphone, karena jenis stabilisasi yang digunakan dapat memengaruhi kualitas hasil video, ketajaman foto, hingga pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Di artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai apa itu EIS dan OIS, bagaimana cara kerjanya, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing teknologi agar kamu bisa menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Fungsi Image Stabilization

Sebelum melangkah lebih dekat dengan EIS dan OIS, kamu harus tahu terlebih dahulu mengenai apa fungsi sebenarnya dari Image Stabilization (IS). Hal ini perlu kamu ketahui agar kamu bisa mengadaptasikannya pada kamera kamu nantinya, terlebih jika kamu memiliki kamera dengan kecepatan rana yang lambat atau tingkat pembesaran optik yang panjang.

Pada saat lensa mengalami perbesaran, lensa menjadi sangat sensitif dan mudah mengalami ketidakstabilan, bahkan pada gerakan sekecil apapun. Di sinilah pentingnya teknologi Image Stabilization yang berfungsi untuk menstabilkan lensa, baik pada posisi biasa maupun mengalami perbesaran objek.

Tanpa adanya penstabil gambar atau video ini, hasil tangkapan akan lebih buruk dan proses mengambil gambar juga akan sedikit terganggu karena objek tidak bisa stabil. Untuk memeroleh kamera dengan teknologi stabilisasi gambar yang baik, maka kamu perlu mengetahui terlebih dahulu spesifikasi penstabil gambar yang digunakan, apakah menggunakan optik, digital, maupun keduanya. [onphpid_related_posts]

Pengertian OIS dan EIS serta Perbedaan Keduanya

Optical Image Stabilization (OIS)

1. Optical Image Stabilization (OIS)

OIS memiliki kepanjangan Optical Image Stabilization, merupakan fitur stabilisasi gambar yang mengadaptasi teknik optikal yang terdapat pada kamera. Fitur penstabil gambar yang satu ini dianggap merupakan fitur yang paling efektif, karena bisa langsung diaplikasikan pada kamera saat mengambil gambar.

Stabilisasi gambar optik dapat berjalan, apabila terdapat fitur elemen yang melakukan pergerakan dari dalam lensa kamera. Kamera dengan fitur OIS ini biasanya akan memiliki gyro-sensor kecil yang terdapat di dalam lensa. Gyro-sensor kecil tersebut dapat menggeser potongan kaca lensa secara cepat menuju offset sebelum akhirnya  gambar mengalami perubahan ke bentuk digitalnya. Fitur OIS ini bisa di non aktif – aktifkan pada kamera, dan kamu juga bisa mengimbangi gerakan kamera dengan mengaktifkan beberapa mode yang cocok.

2. Electronic Image Stabilization (EIS)

Jauh berbeda dengan teknik stabilisasi gambar menggunakan OIS, teknik EIS ini melibatkan pihak ketiga, yakni sebuah software EIS itu sendiri. Electronic Image Stabilization atau EIS ini dikenal sebagai teknik penstabilan gambar dengan menggunakan media digital berupa aplikasi atau software.

EIS software dapat digunakan untuk mengurangi guncangan yang terdapat pada video yang telah diambil menggunakan kamera. Terdapat beberapa cara yang digunakan EIS software untuk melakukan penstabilan gambar, sesuai dengan modelnya masing-masing. Sensor piksel gambar akan disesuaikan dengan cara mengidentifikasi gerakan tubuh.

Selanjutnya, transisi setiap frame akan mengalami penghalusan oleh penyangga gerak yang merupakan piksel dari luar frame. Dibandingkan dengan fitur OIS, EIS software ini dipercaya kurang efektif untuk dijadikan sebagai Image Stabilization yang bagus.

Kekurangan dan Kelebihan OIS dan EIS pada Smartphone

Supaya kamu lebih paham mengenai perbedaan keduanya, berikut merupakan beberapa kekurangan dan kelebihan yang dimiliki EIS dan OIS.

1. Kelebihan dan Kekurangan OIS

Kelebihan

  • Mampu menghasilkan gambar yang baik dalam kondisi kekurangan cahaya.
  • Degradasi gambar tidak terlihat.

Kekurangan

  • Beban hardware yang berat.
  • Pada kamera smartphone hanya tersedia untuk smartphone berspesifikasi tinggi yang lumayan mahal.

2. Kelebihan dan Kekurangan EIS

Kelebihan

  • Beban hardware rendah.
  • Smartphone dengan fitur EIS lebih murah harganya.

Kekurangan

  • Tidak mampu mengambil gambar dengan baik pada kondisi kekurangan cahaya.
  • Pada smartphone berspesifikasi rendah, degradasi gambar akan terlihat.

Baik EIS dan OIS memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Maka dari itu, kamu bisa memilih sesuai dengan apa yang kamu inginkan, dan sanggup kamu terima dari kekurangan maupun kelebihan keduanya. Setelah mengerti perbedaan keduanya, kamu bisa lebih jeli dalam memilih kamera yang hendak kamu beli.